Sabar : Keajaiban Seorang Mukmin

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sabar : Keajaiban Seorang Mukmin

 

Dari Shuhaib radhiallohu ‘anhu, bahwa Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusannya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan ada kecuali hanya pada orang yang beriman; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia akan bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia akan  bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik juga bagi dirinya.” (HR. Muslim)

 Makna Hadits Secara Umum

 Setiap mukmin digambarkan oleh Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam  sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ajaban’. Pesona berpangkal dari adanya positif thinking seorang mukmin. Ketika mendapatkan kebaikan, ia refleksikan dalam bentuk syukur terhadap Alloh subhanahu wa ta’ala. Karena ia paham, hal tersebut merupakan anugerah dari Alloh. Dan tidaklah Alloh memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya. Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, ia akan bersabar. Karena ia yakin, hal tersebut merupakan kehendak dari Alloh subhanahu wa ta’ala  yang berupa cobaan bagi dirinya yang ada rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya hanya kepada Alloh subhanahu wa ta’ala  saja.

Urgensi Kesabaran

 Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan, seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam  menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.

 Makna Sabar

 Sabar merupakan istilah dari bahasa Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Alloh dalam Al-Qur’an:  “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabbnya serta selalu mengharap keridhoan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Alloh subhanahu wa ta’ala. Sedangkan dari segi istilah, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an

 Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Alloh subhanahu wa ta’ala.

  • Sabar merupakan perintah Alloh subhanahu wa ta’ala. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)
  • Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rosul-rosul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqof: 35)
  • Pujian Alloh bagi orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqoroh: 177)
  • Alloh akan mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Alloh mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
  • Kebersamaan Alloh dengan orang-orang yang sabar. Artinya Alloh subhanahu wa ta’ala akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Alloh itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
  • Mendapatkan pahala surga dari Alloh subhanahu wa ta’ala. (Ar-Ra’d: 23 – 24)
Iklan